SELAMAT TAHUN BARU

Yohanes Ang

“Tak ada sesuatu yang baru dibawah matahari” Perkataan ini bisa kita baca dalam kitab Qoheleth, atau dikalangan bahasa-bahasa Eropa diterjemahkan sebagai Ecclesiastes, dan diterjemahkan secara Arab sebagai Al-Khaatib pasal 1 ayat 9

(Alkitab LAI tahun 70-an masih memakai nama Al-Khaatib yang kemudian diganti dengan Pengkhotbah)

Kata-kata bijak itu dalam tradisi Ibrani diyakini sebagai perenungan

dari sang Nabi sekaligus penyair besar Sulaiman atau Salomo, yang ditulisnya sendiri pada zaman ia memerintah sebagai raja paling bestari disekitar Palestina.

 

Dari detik sampai abad

Satuan waktu dari yang tersingkat ke yang terlama berturut-turut adalah DETIK, MENIT, JAM, HARI, MINGGU, BULAN, TAHUN DAN ABAD.

Setelah berlangsung 60 detik, satuan waktu berganti nama menjadi menit; hitungan detik berulang dari satu lagi untuk menit kedua. Hal yang sama terjadi setelah waktu 60 menit berlalu dan namanya berubah menjadi jam; hitungan menit berulang dari satu lagi untuk jam kedua.

Demikian pula halnya dengan hitungan jam setelah berlalu selama 24 jam disebut hari, jam pertama dihari kedua pun dimulai lagi.

Hal demikian juga terjadi setelah hari ketujuh; hari kedelapan adalah hari pertama di minggu kedua.

Karena satu minggu terdiri atas tujuh hari, sementara bulan terdiri dari 28 hingga 31 hari, maka pengulangan minggu untuk satuan waktu bulan biasanya tidaklah ketat digunakan.

Namun, minggu ke-53 adalah minggu pertama untuk tahun kedua, sementara bulan ke-13 adalah bulan pertama untuk tahun berikutnya itu

Itu berarti bahwa dalam setiap satuan waktu tertentu terjadi daur ulang menyangkut detik, menit, jam, hari dan bulan.

 

Maka tidaklah salah rasanya seperti apa yang dikatakan Sulaiman:

“Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat

akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru dibawah matahari”

 

“Tahun” memang sering dianggap penting Karena dihubungkan dengan ulang tahun, birthday, natal atau milad, Jemaat Arab Kristen

di Syria, Mesir, Yordania, Palestina dan kawasan Timur Tengah lainnya saling mengucapkan Idul Milad (Merry Christmas) dan menyanyikan Nasidul Milad (Lagu Natal) pada Hari Natal yang Mulia (Id al-Milad al-Majid).

 

Sebelum KRISTUS dan Tahun TUHAN

Meskipun kelahiran Yesus tidak tepat sama dengan tahun 0 (nol),

yang konon menurut perhitungan para arkeolog tidaklah persis

jatuh pada tahun pertama Masehi (Kita harus melepaskan diri dari spekulasi sejarah, karena kita tidak beriman pada Yesus yang historis, tapi Yesus yang dogmatis, Yesus yang melampaui dimensi ruang dan waktu). Namun secara umum telah dipertahankan berabad-abad, dan secara international disepakati bahwa dasar perhitungan Masehi adalah dari kelahiran Kristus.

Awal perhitungan tahun masehi ini dihitung sejak kelahiran Yesus.

Pada umumnya setiap bangsa didunia ini punya “penanggalan”nya masing-masing, ada tahun Saka, tahun Imlek dan yang lainnya, tetapi tarikh-tarikh itu tidak digunakan secara umum, sedangkan tarikh Masehi atau tarikh Kristus dipakai dikalangan internasional, lintas Negara, lintas bangsa.

Semua sepakat bahwa sebelum tahun 0 (nol) disebut BC (Before Christ) atau SM (Sebelum Masehi), dan sesudah tahun 0 (nol) biasa disebut dengan nama AD (Anno Domini= Tahun Tuhan) atau           M (Masehi).

Yang menarik dan perlu diperhatikan adalah bahwa tahun-tahun kelahiran para tokoh dunia, para nabi, pemimpin spiritual, dan siapapun juga, selalu diukur dengan tahun Tuhan Yesus Kristus, Masehi atau Sebelum Masehi, AD atau BC.

Alhasil, walaupun Michael Hart dalam bukunya “100 Tokoh yang paling berpengaruh dalam Sejarah” tidak menempatkan Yesus Kristus diurutan pertama nomor wahid, namun realita faktual menunjukkan bahwa Yesus Junjungan kita itu adalah pusat kronologi sejarah.

 

Adanya penyebutan AD dan BC, Tahun Tuhan dan Sebelum Kristus, nampaknya bukanlah sekedar kebetulan, tapi memang ada makna kebenaran sejarah dibaliknya, seperti yang dikatakan oleh Rasul Petrus dalam Matius 16:16: bahwa KRISTUS ITU TUHAN.

 

Menyongsong fajar 2004

Hampir bisa dipastikan bahwa dirumah kita mempunyai Album foto,

dan sudahkah kita memeriksa dengan teliti  apa isi album foto itu ?

Pada umumnya Isinya adalah rekaman peristiwa-peristiwa yang mengesankan bukan ? misalnya foto pernikahan, foto anak-anak kita waktu bayi, foto2 Natal, pose yang nyaris bak foto model, foto-foto jenis itulah yang kita simpan sebagai kenangan.

Begitulah manusia pada umumnya, Cuma mau menyimpan yang manis manis dan tampil mejeng keren.

Sudah pasti tak akan ada foto ketika sakit gigi, atau foto ketika kepala nyut nyut dan koyo ditempel dimana-mana.

Kenangan pahit memang tak perlu kita simpan terlalu lama, wajah kita dengan air muka mecucu merengut  dan dahi berkerut juga tak perlu dipajang dihalaman depan.

Namun demikian, sisi itu juga jangan kita lupakan, sebab yang buruk- buruk itu adalah bagian dari hidup kita juga. Kita harus banyak belajar dari pengalaman itu serta berupaya agar tidak terulang lagi. jika keledai terperosok kedalam lubang itu tragedi, namun jika terperosok  kedua kalinya dilubang yang sama, itu komedi, dari badut yang tidak lucu.

 

Mari kita sambut tahun 2004 dengan keyakinan akan adanya peran dan campur tangan Tuhan yang menyertai kita ,providentia Dei, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini, Kita pertahankan yang lama yang baik, seraya mencari yang baru yang lebih baik.

Indramayu 2004 sudah pasti jauh berbeda dengan Indramayu tahun-tahun 70-an atau 80-an, di tahun ke-4 abad 21 ini terjadi perkembangan yang cukup pesat diberbagai sektor kehidupan masyarakat, kita perlu merumuskan sikap ditengah-tengah masyarakat yang pluralis ini.

Dalam menyongsong hari esok, menatap masa depan, yang diperlukan adalah bukannya paradigma lama yang kolot kaku dan rigid, atau bahkan yang lebih parah : Anakronistik, hidup dengan angan-angan basi yang tidak pas lagi dengan zaman kini.

Kita tinggalkan tahun 2003 ini dengan bersukacita senantiasa, tetap berdoa, dan mengucap syukur dalam segala hal.

Kita songsong fajar 2004 dengan tidak terseok-seok langkah, tergagap-gagap, tergugup-gugup, namun dengan kepala terangkat dan hati bertobat. Selamat Tahun baru 2004.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s